Kamis, 19 Juli 2012

Hikmah dari buku Jadul


Kemarin, ketika secara tidak sengaja Saya menemukan buku-buku “jadul” (jaman dulu) dirumah, salah satunya buku karangan Drs.H.Moh. Rifa’I terbitan tahun 1978 yang mengulas mengenai (Fiqih) Islam dan Kitab Primbon “BETAL JEMUR ADAMMAKNA” asli kagungan dalem Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat yang kala itu masih berharga Rp 3500 dan halamannya pun sudah berubah warna kecoklatan (bayangkan betapa jadulnya buku-buku tersebut).



Namun, saat ini Saya tidak akan menceritakan isi dari kitab primbon tersebut, mungkin lain kali saja, dan sekarang ijinkan Saya untuk berbagi hal positif yang ada pada buku karangan Drs.H.Moh. Rifa’I mengenai puasa.

Berikut ulasannya….

PENGERTIAN PUASA/SHIYAM
Menurut bahasa, puasa/shiyam berarti “menahan diri”. Menurut syara’ ialah : “menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari, karena perintah Allah semata-mata, dengan disertai niat dan syarat-syarat tertentu”.

Puasa Ramadlan adalah salah satu sendi ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadlan, selama satu bulan (29 atau 30 hari).

Ketentuan yang mewajibkan puasa ini ialah firman Allah SWT pada
S.Al-Baqarah, ayat 183-184-185, yang memiliki arti sebagai berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fid-yah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Maka barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kelonggaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.

HIKMAH PUASA
Puasa merupakan ajaran agama yang mempunyai hikmah sangat banyak. Puasa ialah ibadah  badaniyah, dan tindakan serentak yang bertalian antara perasaan jiwa dan perasaan badan dan kerja yang menghubungkan langsung antara batin dan lahir (jiwa dan raga). Dalam berpuasa, seseorang mampu mengontrol anggota badannya hingga gerak-gerik jiwa atau batinnya serta ucapan dari mulutnya. Kesucian yang ditimbulkan dari akibat berpuasa adalah kesucian “maknawi”. Bukan hanya kesucian lahir semata-mata yang mungkin dapat dibersihkan dengan air, namun juga kesucian batin yang dapat dibersihkan dengan latihan jiwa dan perbuatan kalbu.

Secara garis besar, hikmah berpuasa adalah sebagai berikut :

·         Mendidik para mu’min supaya berperangai luhur dan agar dapat mengontrol seluruh nafsu dalam keinginan manusia biasa. Jadi kan enak tuh, kalau semisalnya gak ada yang namanya orang jahat lagi, tapi penjara jadi sepi dan para polisi jadi pengangguran deh, ahahaha.
·         Mendidik jiwa agar biasa dan dapat menguasai diri, sehingga mudah dalam menjalankan segala urusan, seperti mampu mengambil suatu keputusan yang cepat dan tepat dalam keadaan seperti apapun.
·          Membiasakan orang yang berpuasa bersabar dan tahan uji. Nah hidup ini memang keras, penuh cobaan dan rintangan, jadi berpuasa sangat bermanfaat sekali.
·          Melatih diri untuk menjadi orang yang bertanggung jawab, dapat dipercaya, dan dapat memegang amanah sebaik-baiknya, karena orang yang berpuasa itu sebagai seorang yang mendapat amanah untuk tidak makan dan minum atau hal-hal yang membatalkannya. Sedang amanah itu harus dapat dipegang teguh, baik dihadapan orang banyak maupun dikala sendirian. Jadi cocok banget buat latihan kita-kita yang pengen jadi pemimpin yang bisa menjaga amanah, agar membuat Indonesia yang lebih baik. Amiin….
·          Nah, jika ditinjau dari segi kesehatan sendiri, puasa sangat berguna untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan.

Demikian sedikit Hikmah dari buku Jadul yang bisa Saya bagikan, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar